Sabtu, 21 Mei 2016

Estimasi budget Ke Karimun Jawa, transportasi, akomodasi, rekreasi

Kali ini saya mau share sedikit info untuk yang mau ngetrip ke Karimun Jawa. Salah satu yang sering saya dengar soal karimun jawa adalah foto bersama ikan hiu, air lautnya yang jernih, dan jadwal kapal yang sulit di prediksi. Saya berkesempatan jalan-jalan ke Karimun Jawa minggu kemarin saat long weekend karena libur nasional. Dari ketiga hal yang sudah saya dengar sebelumnya, ketiganya memang terbukti benar.
Saat di Karimun Jawa (Karjaw) saya berkesempatan untuk mengunjungi penangkaran ikan hiu, disana kita bisa berfoto di dalam kolam berisi ikan hiu, ikan buntal, bintang laut. Hal kedua yang saya dengar adalah air lautnya yang jernih, dan itu juga terbukti benar, bahkan dari atas kapal kita bisa melihat ikan-ikan di bawah kita dan terumbu karang, karena air yang sangat jernih. Hal ketiga menurut saya paling penting, dan masih sering terjadi, yaitu jadwal kapal yang sulit di prediksi karena ombak besar atau sedang dilakukan pengecekan kondisi kapal, yang sering kali menyebabkan jadwal penyebrangan kapal ditiadakan.
Oleh karena itu kalau mau jalan ke Karjaw, kita harus sudah siap serba extra, Extra waktu, extra tenaga, extra uang. Kalau kapal di cancel penyebrangannya artinya kita harus ikut kapal selanjutnya, itu pun kalau masih ada sisa tiket, kalau tidak ya harus tunggu kapal keesokan lagi, karenanya harus siapka extra waktu. Menunggu pastinya membuat badan lelah, karenanya harus extra tenaga juga. Dan extra uang karena selama kapal delay atau di cancel kita perlu makan dan atau menyewa tempat menginap.
Anyway, langsung saja saya rinci info yang mungkin bisa bermafaat


Transportasi:

Untuk mencapai ke Karimun Jawa ada 2 pilihan, lewat laut atau udara.
1. Lewat laut
1.1. Dari Jepara - ke Karimun Jawa
1.1.1. Kapal ekonomi Siginjai (Rp. 57.000)
     Kapal ini tidak bisa di booking tiketnya, harus beli on the spot, tapi kalau punya kenalan calo tiket, biasanya bisa dapat-dapat aja tiketnya.
Saat mau masuk kapal juga,tiket tidak di cek menggunakan KTP.
Lama perjalanan sekitar 4 jam

1.1.2. Kapal cepat Express Bahari (Rp. 150.000)

      Kapal express bisa di booking, harus menggunakan data KTP karena saat masuk kapal nanti, nama yang tertera pada tiket akan di cek dan harus sama dengan nama pada KTP.
Lama perjalanan sekitar 2 jam.

1.2. Dari Semarang - ke Karimun Jawa

 1.2.1. Kapal cepat KMC Kartini

       Jadwal keberangkatan dari Semarang setiap hari Sabtu
       Harga kelas bisnis Rp. 143.000 sedangkan untuk kelas Eksekutif Rp. 163.000

2. Lewat Udara


2.1. Dari Semarang ke Karimun Jawa

 Maskapai yang menyediakan penerbangan dari bandara Ahmad Yani semarang ke Bandara Dewadaru adalah maskapai Airfast. 
Jadwal penerbangannya setiap hari Senin & Rabu
Lama perjalanan sekitar 40 menit.

2.2. Dari Surabaya ke Karimun Jawa

Maskapai yang digunakan juga sama dengan maskapai di semarang yaitu Airfast.
Lama perjalanan sekitar 80menit.


Untuk perjalanan pulang dari Karimun Jawa ke Semarang / Jepara/ Surabaya, bisa menggunakan pilihan diatas, hanya jadwal harinya yang berbeda.
Seperti pesawat Airfast Karimun Jawa-Semarang, hanya ada pada hari Rabu & Jumat.

Akomodasi selama di Karjaw.

Untuk yang datang menggunakan pesawat, maka bisa menggunakan mobil-mobil pribadi yang digunakan sebagai angkot disana.  Jarak bandara ke pelabuhan sekitar 22 km.
Sedangkan untuk yang datang menggunakan kapal laut, lebih dekatjaraknya ke pusat kota bisa dengan berjalan kaki.

Letak pelabuhan berdekatan dengan alun-laun, dan tidak jauh dari alun-alun terdapat ATM, Kantor polisi, Kantor Telkom, Puskesmas dan kantor pemerintahan.

Listrik & Sinyal Handphone

Disini listrik belum full 24jam, listrik mulai menyala pukul 2 siang sampai pukul 6 pagi. Diluar jam itu, listrik tidak ada, kecuali yang mempunyai generator.
Sinyal HP disini agak sulit didapat, tapi sekarang kita bisa membeli pket wifi di kantor Telkom dekat alun-alun, sehingga masih bisa akses internet.

ATM

Sekarang sudah ada ATM BRI

Penginapan

Mencari tempat meginap di KarJaw ini super duper mudah, karena mayoritas warga Karjaw menyewakan rumahnya untuk penginapan. 
Tempat menginapnya mulai dari disewakan per rumah, atau per kamar. Mulai dari puluhan ribu hingga jutaan.
Ada penginapan biasa yang berupa kamar-kamar dengan AC atau kipas angin saja, atau bisa juga mencoba menginap di hotel yang lebih luxurious.

Sewa Kapal, Alat Snorekeling, Guide, Foto under water

Biaya sewa Kapal untuk 1-5 orang: Rp. 450.000
Biaya sewa Kapal untuk 1-30 orang: Rp. 700.000
Biaya untuk guide : Rp. 150.000
Biaya Kamera under water: Rp. 150.000
Biaya sewa alat snorekling : Rp. 35.000


Note: 

Menurut saya pulau Karimun Jawa ini salah satu tempat wisata yang sudah memiliki tourism awareness, warga dan pemerintahnya menyadari bahwa daerah mereka adalah daerah wisata, sehingga hal-hal yang berhubungan dengan wisata disana sangan mudah di dapat.
Contohnya seperti saya yang datang ke Karimun Jawa padahal belum sempat booking penginapan ataupun mencari paket tour keliling pulaunya, tapi di pelabuhan kita akan banyak mennemuan orang-orang yang menawarkan mulai dari penginapan sampai paket tournya.

Jadi tidak perlu takut untuk mengatur trip sendiri di Karimun Jawa.

Untuk yang membutuhkan contact person selama di Karimun Jawa, bisa request nanti saya email.

Main Angklung di Saung Angklung Udjo

Ini sebenarnya agak malu-maluin sih, sebagai orang yang lahir dan besar di Bandung, baru kali ini saya datang ke Saung Angklung Udjo. Padahal orang dari luar negeri saja sudah banyak yang datang ke sini. 
Anyway, kunjungan pertama ini sangat amat berkesan. Kenapa? Karena sepanjang pertunjukan berjalan sangat atraktif. Durasi pertunjukan adalah 1,5 jam tapi dijamin berasa kurang dan ingin menonton lagi.
Waktu kita pertama masuk di tempat pembelian tiket, kita akan di beri kalung dengan angklung kecil sebagai liontinnya. Kemudian kita bisa langsung masuk ke area pertunjukan. Kursi di sini di susun bertingkat dan melingkar.
Acara dibuka oleh 2 MC cantik yang menerangkan rangkaian acara yang akan kami tonton. Pada 20 menit pertama kita akan disuguhkan pertunjukan wayang golek. Pada pertunjukan aslinya wayang golek biasanya di mainkan selama 7 jam atau semalam suntuk, dan biasanya berbahasa Sunda, namun karena penonton tidak hanya dari orang Sunda, jadi pertunjukan ini di campur dengan menggunakan bahasa Indonesia supaca cerita dapat dimengerti oleh semua penonton. Pertunjukan wayang golek ini juga di selingi dengan komedi-komedi sehingga membuat penonton tertawa dan tidak bosan.

Setelah pertunjukan wayang golek selesai, tiba-tiba dari pinggir panggung masuk rombongan anak-anak membawa berbagai umbul-umbul, kemudian disusul dengan anak-anak yang membawa kuda-kudaan yang biasa digunakan pada pertunjukan kuda lumping, disusul dengan rombongan anak yang membawa angklung, dan 1 anak yang duduk di atas singgasana di arak keliling.
Ternyata itu adalah pertunjukan Helaran, biasanya di adakan saat panen padi atau saat ada anak yang sunatan.

Pertunjukan selanjutnya, saya menyaksikan Tari Topeng yang dimainkan oleh 2 penari belia. Yang menjadi ciri khas dari tari topeng tentu saja penarinya yang meenggunakan topeng, dan juga perbedaan gerakan tari, sebelum menggunakan topeng gerakan mereka lebih gemulai, sedangkan setelah menggunaan topeng tariannya berubah menjadi gagah. Jaman dulu orang pecaya bahwa topeng yang digunakan pada tari topeng memiliki kekuatan magis, sehingga merasuk ke penari saat digunakan. tapi tentunya tari topeng yang saaat ini tidak lagi menggunakan hal-hal magis seperti itu.
video

Pertunjukan dilanjutkan dengan penapilan pemain angklung dari anak-anak kecil. Mereka memainkan berbagai lagu daerah Indonesia, dari Aceh sampai ke Papua. Di akhir pertunjukan mereka membagikan angklung kepada tiap penonton. Ternyata kami sebagai penonton diaak bermain angklung bersama. MC menjelaskan bahwa angklung kami memiliki nomor masing-masing yang menggambarkan tangga nada angklung tersebut. MC memberi gerakan-gerakan tangan yang menunjukan nomor tangga nada agklung kami. Setiap MC menunjukan nomor angklung yang kita pegang,artinya kita harus menggoyangkan angklungkita. Alunan lagu pun mengalun, dari para pemain angklung dadakan ini, yang surprisingly kami memainkan lagu dengan bagus heheheee...
Tidak terasa kami sudah memainkan beberapa lagu dengan arahan MC.

Setelah puas merasakan pengalaman bermain angklung, saya kembali disuguhkan pertunjukan angklung. Namun berbeda dengan pertunjukan sebelumnya, dimana angklung di jejerkaan berdiri dan dimainkan dengna cara di goyang, pertunjukan kali ini angklung di posisikan dalam posisi tidur, dan di mainkan dengan cara di sentuh. Ini adalah angklung modifikasi yang diciptakan oleh aak dai Mang Udjo. Disebut angklung Toel, tol dalam bahasa sunda berarti colek, karena dimainkan dengan sentuhan sedikit saja. Cara mainnya mengikuti cara main piano.

Pada bagian penutup, anak-anak kecil kembali masuk ke tempat pertunjukan dan mengajak penoton untuk maju ke tengah untuk ikut memainkan permainan tradisional Jawa Barat. Rasanya seperti kembali ke masa kecil dulu. Kami bermain diiringi lagu-agu permainan tradisional yng diakhiri dengan lagu sayonara, sampai berjumpa pula.

Di jalan keluar, kita akan melewati toko souvenir yangbisa di beli untuk oleh-oleh dan kenang-kenangan. Banyak kerajinan tradisonal khas Jawa Barat juga seperti wayang golek, angklung, suling, tapi ada juga barang-barang mini seperti magnet dan pulpen.

Total pertunjukan selama 1.5 jam benar-benar tidak terasa, karena perunjukan yang disajikan sercara menarik dan atraktif. Pokoknya worth it banget, tidak hanya menonton pertunjukan seni tapi juga ikut mendukung keberlangsugan seni tradisonal.


Jumat, 15 Januari 2016

Cara Membuat / Perpanjangan Passport / epassport

Tahun baru, Passport baru

Jadi ceritanya tahun 2016 ini passport saya sudah akan expired, dan kebetulan memang sudah ada niat untuk mengganti passport yang sebelumnya passport biasa jadi epassport.
Kenapa pilih epassport?
Karena bebas biaya visa ke jepang
Punya antrian sendiri di bandara soekarno hatta yang membuat tidak perlu mengantri panjang seperti passport biasa, karena epassport dilengkapi chip yang membuat pemeriksaan tinggal mescan chipnya saja jadi lebih cepat
Pernah baca di salah satu artikel kalau nanti semua WNI akan di wajibkan untuk menggunakan epassport (tapi engga tau realisasinya kapan)

Di bawah ini info mengenai cara pembuatan passport.

Dokumen yang perlu disiapkan
Untuk Dewasa:
  1.  KTP
  2. Kartu keluarga (sesuai dengan KTP)
  3. Akte kelahiran/ Ijazah / Surat Nikah
  4. Paspor lama (bagi penggantian pasport)
  5. Surat kewarganegaraan bagi yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui Pewarganegaraan
  6. Surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang (bagi yang sudah mengganti nama)

Untuk anak (dibawah 17 tahun):
  1. KTP kedua orangtua (di fotocopy dalam 1 halaman A4)
  2.  Kartu keluarga (sesuai dengan KTP orang tua)
  3. Akte kelahiran
  4. Akte perkawinan / buku nikah orang tua / akta perceraian dan penetapan hak asuh dari instansi yang berwenang
  5. Paspor lama (bagi penggantian paspor)
Biaya pembuatan passport:

  1. Paspor biasa 48 halaman : Rp. 300.000,-
  2. Epassport 48 halaman       : Rp. 600.000,-
  3. Paspor biasa 24 halaman : Rp. 100.000,-
  4. Paspor biasa 24 Halaman (pengganti yang hilang yang masih berlaku) : Rp. 200.000,-
  5. Paspor biasa 24 Halaman (pengganti yang rusak yang masih berlaku) : Rp. 100.000,-
  6. Paspor biasa 48 halaman (pengganti yang hilang yang masih berlaku) : Rp. 600.000,-
  7. Paspor biasa 48 halaman (pengganti yang rusak yang masih berlaku) : Rp. 300.000.-
  8. Epassport 48 halaman (pengganti yang hilang yang masih berlaku) : Rp. 1.200.000.-
  9. Paspor biasa 48 halaman (pengganti yang rusak yang masih berlaku disebabkan karena bencana alam dan awak kapal yang kapalnya tenggelam) : Rp. 300.000.-
  10. Epassport 48 halaman (pengganti yang rusak yang masih berlaku disebabkan karena bencana alam dan awak kapal yang kapalnya tenggelam) : Rp. 600.000.-
Semua biaya diatas akan di tambah dengan Rp. 55.000 (untuk biaya biometrik)
Dan di tambah admin Bank Rp. 5.000,-


Note:
  • Persyaratan di atas harus di bawa dokumen aslinya dan juga bawa fotocopy nya di kertas A4 jangan di potong (untuk KTP, fotocopy bagian depan & belakang di 1 halaman A4 yang sama)
  • Untuk penggantian paspor karena hilang, harus diajukan secara langsung dengan melampirkan surat lapor kehilangan dari kantor polisi
  • Saat ini pengajuan epassport tidak bisa online, jadi harus walk in langsung datang ke kantor imigrasi
  • Sebaiknya datang sebelum jam 6pagi ke kantor imigrasi untuk mendapat nomor awal antrian.
  • Passport biasa akan jadi dalam 3 hari kerja, setelah pengajuan. sedangkan epassport akan jadi dalam 5 hari kerja
  • Pengambilan passport yang sudah jadi boleh diwakilkan dengan menyertakan surat kuasa
  • Passport yang sudah jadi tapi belum juga diambil dalam 30 hari, maka akan di musnahkan.


Saya datang tanggal 5 January kemarin, saya pikir karena masih awal tahun jumlah orang yang datang ke kantor imigrasi tidak akan terlalu banyak. Tettt toottt... salah total. Saya sampai di kantor imigrasi Jakarta selatan jam 6 pagi, dan di depannya sudah banyak orang yang mengantri. Karena kantor imigrasi baru akan mulai beroperasi jam 8 pagi, jadi kami yang sudah datang diberi nomor antrian sementara oleh pihak imigrasi. Mendekati jam 8 kami diminta mengantri sesuai dengan nomor antrian dan KTP kami di kembalikan. Di loket pengambilan nomor antrian, dokumen persyaratan kita akan diperiksa, kalau dianggap sudah lengkap kemudian kita di diberi map berisi lembar pengajuan yang harus diisi. Disini akan di tanya apakah akan buat passport biasa atau epassport, kalau kita jawab akan buat epassport kertas pengajuan kita akan di cap epassport.
Waktu duduk di kursi tunggu, seorang pegawai imigrasi sudah stand by di depan kami dengan microphone membantu menjelaskan cara pengisian lembar pengajuan passport.
Oh iya, good things about this new process in immigration, sekarang process nya OSS (one stop service), jadi kita cuma akan proses di 1 meja saja sampai selesai dan prosesnya cepat, kurang dari 15 menit. Hal positif lainnya, pada jam istirahat ada 1 loket yang tetap melayani untuk masing-masing nomor antrian.
Ada 5 jenis nomor antrian:

  • Antrian dengan Nomor : 1-xxx (bagi lansia, difabel, dan BATITA
  • Antrian dengan Nomor : 2-xxx (Bagi jenis pemohon datang langsung / Walk in)
  • Antrian dengan Nomor : 3-xxx (Bagi pemohon online)
  • Antrian dengan Nomor : 5-xxx (Bagi pengambilan passpor)
  • Antrian dengan Nomor : 6-xxx (Bagi pemohon passport hilang /  rusak / perubahan data pada halaman identitas)
Setelah selesai di foto, kita akan diberi selembar form untuk pembayaran di bank BNI.
5 hari kemudian saya kembali ke kantor imigrasi, dan loket untuk pengambilan passport baru buka jam 10. Jadi kita tidak perlu datang pagi, setidaknya jam 9.30 kita sudah disana, karena antrian untuk pengambilan passport baru dilakukan mendekati jam 10.
Tidak sampai 15 menit, epassport saya sudah ditangan, dan passport lama juga dikembalikan, jadi bisa untuk kenang-kenangan hehehee...

Overall, saya puas dengan pelayanan kantor imigrasi Jakarta selatan, karena staff-staff disana sangat membantu, prosesnya juga jelas.

Jumat, 11 Desember 2015

Sakit sambil jalan-jalan

Sakit memang sesuatu yang tidak bisa dihindari karena sangat manusiawi. Tapi bagaimana kalau sakitnya saat traveling? Sepanjang yang saya ingat sepertinya 3x saya traveling di kondisi yang tidak fit.
Pertama beberapa tahun lalu saat saya traveling ke Bangkok, waktu itu suara saya habis karena gejala flu yang bikin serak.
Sialnya saya yang sering tanya-tanya kalau tersesat jadi ribet sendiri, karena setiap mau bertanya harus mengumpulkan suara dulu. Jadi tidak bisa bebas bicara juga dengan pemilik hostel untuk ngobrol-ngobrol. Untungnya waktu itu cuma suara hilang saja, tidak termasuk gejala flu lainnya seperti demam, pusing dan hidung meler. Jadi badan masih oke-oke saja untuk di bawa berjalan keliling-keliling.

Pengalaman sakit yang kedua, waktu saya naik gunung Prau akhir tahun lalu di bulan Desember. Waktu itu memang sedang musim hujan, penyakitnya sama lagi flu juga. Tapi karena sudah terlanjur janji akan naik gunung, saya tetap hiking walau tenggorokan sudah mulai perih gejala batuk. Well, naik gunung di kondisi flu itu sangat tidak recommended, (ya iya lah yaaaa...) saya merasakan sendiri napas yang biasanya normal jadi lebih cepat capek, dan tenggorokan yang perih itu bikin bawaanya ingin minum terus, belum lagi mata juga jadi panas.

Alhamdulillah, perjalanan sampai puncak aman sentosa. Walaupun dari awal pendakian sudah di guyur hujan. Sampai puncak ternyata sudah lumayan banyak tenda yang berdiri, entah karena memang baru di guyur hujan atau memang karena badan kurang fit, sampai di puncak saya langsung cari tenda terdekat milik teman saya yang sudah berdiri, rasanya dingin sekali sampai gigi berbunyi karena gemetar kedinginan.
Ternyata malamnya saya demam, saya sih tidak sadar juga. Cuma teman yang tidur di sebelah saya yang bilang semalam saya seperti mengigau, dan saat di pegang ternyata saya demam. Untungnya di waktu pagi saya sudah lebih baik.

Pengalaman sakit saat traveling yang ketiga waktu saya ke pulau Pari, sebetulnya ini masih kelanjutan sakit saat di gunung Prau. Ternyata pulang dari gunung Prau batuk-bauk saya makin parah. Sudah 2 bulan tidak hilang-hilang juga, biasanya kalau sakit flu saya hanya butuh berjemur di bawah matahari lalu flu nya hilang. Timbulah ide saya butuh ke pantai, supaya bisa sembuh (padahal memang maunya ke pantai) hehehee... 

Jadilah saya searching open trip ke pulau seribu dengan harga terjangkau dan bisa di lakukan saat weekend jadi tidak menghabiskan cuti. Setelah 2 hari disana ternyata batuk tidak hilang juga, hmmm.. apa karena panas mataharinya sedang kurang poll ya, akibat agak mendung. Yang bikin kurang asik soal batuk ini soalnya setiap saya makan malah batuk, yang ada jadi tidak menikmati makanan selama di pantai. Akhirnya saya menyerah deh, setelah 3 bulan batuknya hilang sendiri. Ini mungkin yang sering di sebut orang dengan batuk 100 hari, harus sampai 100 hari dulu baru batuknya hilang. Untung bukan batuk 100 tahun hiiiiyy... amit-amit

Kamis, 10 Desember 2015

Hiatus jalan-jalan


Apa rasanya kalau harus berhenti dulu sementara (hiatus) dari hal yang kita sukai? Ya sedih lah ya, dan galau juga. Itu yang saya rasakan hampir setahun ini mengurangi traveling, karena sedang nabung hehehee… Selain masalah budget juga saya sedang banyak hal yang harus di urus di Bandung, sementara saya bekerja di Jakarta, sehingga jatah cuti di pakai untuk urusan lain yang tidak ada hubungannya dengan jalan-jalan. Nasib orang kantoran yang jatah cutinya hanya 12 hari setahun dan itu pun di potong lagi denga cuti bersama, sedih amat yaa…

Efek lain dari hiatus jalan-jalan ini adalah saya jadi suka malas kalau liat acara-acara TV soal jalan-jalan, atau malas liat social media yang upload foto-foto jalan-jalan. Kedengarannya berlebihan mugkin, tapi dari pada galau karena mupeng ingin jalan-jalan tapi tidak bisa.
Kalau semua lacar, soal tabung menabung ini akan beres tahun depan, yang artinya saya bisa kembali melampiaskan hobby jalan-jalan lagi seperti dulu,  YAYYYY!!!.... Masa hiatus sudah akan selesai, waktunya untuk kembali buka-buka  social media untuk mencari rekomendasi tempat-tempat yang mungkin di kunjungi dan mulai cek-cek tanggal-tanggal libur kejepit di tahun depan.
Semoga tahun depan bisa jadi tahun jalan-jalan seru saya selanjutnya. AMIN

Titip oleh-oleh dong !!


Beuh.. paling males kalo mau jalan-jalan dan belum apa-apa sudah ada orang yang ribut minta dibawakan oleh-oleh. Tidak tanggung-tanggung mereka kadang seperti sudah membuat list entah dari mana. Bukannya apa-apa, tapi mayoritas jalan-jalan saya itu cuma backpacker-an, dan cuma bawa satu backpack saja agar praktis. Saya juga tipe orang yang malas repot heheheee… kalau bawa banyak oleh-oleh berarti ada kemungkinan harus bawa tambahan gembolan.
Menurut saya ada 2 tipe orang yang suka titip-titip, ada yang minta di bawakan oleh-oleh (yang berarti saya yang beli dengan budget sendiri) dan harusya tipe seperti ini menerima apa saja yang saya bawakan sebagai oleh- oleh, namanya juga di kasih. Tipe kedua, orang yang “titip” untuk di belikan. Biasanya mereka bilang titip, nanti di ganti. Tipe seperti ini biasanya pesanannya spesifik.
Kalau lagi baik biasanya saya jawab untuk kedua tipe orang diatas “iya tenang aja nanti di beliin kalo ketemu”. Tapi kalo lagi males, saya sudah warning dari awal ke orang-orang kalo tidak menerima titipan, karena ingin fokus jalan-jalan #tsahh… Tapi adakalanya juga saya lebih baik tidak bilang kalau mau jalan-jalan karena malas repot dengan pesanannya.
Dan karena hal ini juga saya tidak suka titip-titip oleh-oleh ke orang yang traveling, karena takut merepotkan dan merasakan juga repotnya kalau dititipi. Cuma kalau dipaksa memilih saya mau oleh-oleh apa, biasanya saya minta dikirimkan kartu pos saja dari negara yang mereka kunjungi, atau magnet kulkas juga sudah cukup. Dan kalau saya membelikan oleh-oleh untuk orang lain biasanya gantungan kunci, kaos atau makanan khas daerah itu, selama tidak bikin repot dan masih muat di backpack.
Saya juga sadar kalau oleh-oleh memang sudah menjadi budaya di Indonesia, sebagai ungkapan berbagi rasa senang karena sudah bisa jalan-jalan dan ingin agar teman-teman kita juga merasakan kesenanganya dengan diberi oleh-oleh. Jadi saya tidak anti juga soal oleh-oleh selama tidak bikin ribet.

Rabu, 09 Desember 2015

Camping di Pulau Papatheo (Itinerary & Budgeting)



 12-13 September 2015

Trip kali ini saya akan mencoba sesuatu yang belum pernah saya coba sebelumnya, yaituuuuuu……Jreng Jreng !!  CAMPING DI PANTAI !!  Biasa aja mungkin ya bagi sebagian orang lainnya, kalo menurut saya ini sih sesuatu yang menarik banget. Secara selama ini kalau ke pantai saya menginap di homestay, tapi kali ini di pantainya langsung, seperti yang pernah saya lihat di iklan coklat Silverq**en hehehheee (korban Iklan).
Peserta trip kali ini 20 orang,lumayan banyak ya, untung orangnya asik semua, jadi engga ribet selama trip, itu point penting  kalau mau punya liburan yang menyenangkan, orang-orang yang kita ajak jalan juga harus fun. Oh iya, nama pulau tempat kami camping adalah pulau Papatheo, saya baru sekali ini dengar nama pulau Papatheo, jadi masih belum terlalu ada bayangan.
Anyway, meeting point di Kaliadem, ini pelabuhan barunya Muara Angke, lebih bersih, dan teratur. Selain itu parkirannya luas, WC bersih, dan ada mushola juga, pokoknya Ok lah. Kami sudah berkumpul semua jam 6 pagi dan kapal ferry yang kami gunakan baru jalan jam 7 pagi. 
Tiket untuk naik kapal ferry Rp.57.000 ditambah bayar retribusi Rp.2.000, tapi retribusi ini cuma kita bayarkan untuk keberangkatan aja, jadi nanti waktu pulang kita engga perlu bayar retibusi lagi. Kapal Ferry ini berhenti di Pulau Harapan, total perjalanan dari Kaliadem ke Pulau Harapan sekitar 4 jam. Kami sampai di Pulau Harapan jam 11 dan langsung berganti pakaian dengan baju untuk berbasah-basahan, karena tujuan selanjutnya adalah snorkeling di pulau Macan dan Bintang.
Dari pulau Harapan kami melanjutkan dengan kapal kongkang, tujuan pertama adalah pulau Perak. Ini adalah pulau tidak berpenghuni, tapi ada warung yang menjual kelapa muda, juga makanan-makanan kecil. Salah satu pulau favorite saya di kepulauan seribu adalah pulau ini. Kenapa ?? Karena pantainya yang panjang, dan pasir putih bersih dengan air laut yang bening dengan gradasi warna biru muda, biru torquis ke biru tua.
Pulau perak, air lautnya torquis
Pantai panjang di pulau perak
Kami makan siang dulu di pulau perak dengan nasi kotak yang sudah di bawa dari pulau harapan. Setelah isi tenaga, pulau selanjut yang kami datangi adalah pulau macan. 2 tahun lalu saya pernah melewati pulau macan dan mendapatkan sunset yang keren banget, tapi kali ini kami cuma snorkeling aja disini.
Foto sunset di Pulau Macan 2 tahun lalu
Menurut saya pulau macan ini salah satu spot favorite snorkeling orang-orang yang datang ke kepulauan seribu, karena memang banyak ikan-ikan berbagai macam warna dan bentuk dan kadang juga ada schooling fish yang bisa kita temukan. Kalau mau ikan mendekat, bawa aja biscuit secukupnya, pasti ikan-ikan akan mendekat karena ingin memakan biscuitnya. Terumbu karang disini juga masih banyak dan terjaga.
Kami melanjutkan  dengan snorkeling ke pulau bintang. Alasan disebut pulau bintang sepertinya karena di pulau ini banyak ditemukan bintang laut deh (teori sotoy) hehehee…  Tapi memang benar kalau di pulau ini banyak bintang lautnya. Ikan – ikan di sini tidak sebanyak ikan-ikan di pulau Macan, tapi masih worth it lah.

Kami masih punya waktu untuk mengunjungi pulau kayu angin/dolphin, disini view pantainya juga bagus. Dan cukup ramai denga wisatawan lain, karena pulau ini sering digunakan untuk foto group, jadi banyak rombongan yang datang kesini. Pulau terakhir yang kami singgahi sebelum ke pulau Papatheo adalah pulau gusung, pulau yang berupa hamparan pasir memanjang di tengah laut, dan akan hilang saat air pasang, tapi saat air surut, pasir seperti membelah laut jadi dua. 2 tahun lalu saya kesini, tidak ada ada penjual apapun, tapi sekarang sudah ada 2 meja yang berjualan makanan kecil dan gorengan. Mereka berjualan dari pagi sampai sore, kemudian kembali ke rumah masing-masing yang berada di pulau lainnya.
Pantai pulau gusung yang membelah laut
Saat saya dan teman-teman sampai di Pulau papatheo, sudah hampir waktu matahari tenggelam. Untuk camping disini kita perlu untuk membuat ijin camping dulu, tahun 2014 biaya untuk ijin camp sebesar 200ribu/rombongan. tapi sekarang ternyata sudah berubah menjadi 25ribu/orang. Saya memutuskan untuk bersih-bersih badan dulu, lokasi kamar mandinya agak jauh berjalan ke belakang pulau. Jangan kaget ya kalau kita harus menimba di kamar mandinya, dan disini kamar mandinya tidak berpintu, alhasil kami menggunakan kain pantai untuk tutupnya. Oh iya, selain itu juga tidak ada listrik, jadi bawa senter atau head lamp kalau masuk kamar mandi, takutnya nanti salah langkah malah jatuh ke sumur (disini sumurnya sejajar dengan lantai tanpa pembatas).

Malam harinya waktu semua tenda sudah berdiri, saatnya masak-memasak, ditambah bakar ikan. Yaaayyyy… bagian makna-makan selalu bikin happy  : ) Untuk yang mau berburu foto milkyway, bisa juga disini, karena lokasi yang jauh dari perkotaan dan tidak adanya lampu, jadi bintang-bontang dilangit malamnya terlihat jelas.
….
Hari ke-2 setelah salat subuh, saya berkeliling pulau, ternyata pulau Papatheo ini memiliki 4 homestay, tapi kosong dan terlihat tidak terawat, karena sekitarnya sudah hampir tertutup rumput tinggi. Saat saya camping, ternyata ada rombongan lain yang juga sedang camping di Papatheo, jadi total hanya 2 rombongan yang hari itu camping di Papatheo.
Camp di pingir pantai
Sunrise di pinggir pulau Papatheo

Di bagian depan pulau, terdapat reruntuhan, dan pilar berserta patung ala yunani. Karena di beberapa tempat terlihat bekas taman juga, saya jadi penasaran sejak kapan pulau ini jadi terlantar, karena banyak bekas-bekas bangunan yang memperlihatkan kalau dulu pulau ini pernah jadi tempat yang bagus seperti resort exclusive.
Salah satu patung si reruntuhan pilar
Foto bareng dulu dengan team open trip
Saya lanjut packing, sambil menunggu kapal yang belum datang menjemput, kami foto-foto dulu lah yaaa... 
Akhirnya kapal datang menjemput jam 9 pagi membawa nasi box untuk sarapan kami.. Yayyyy Makann !!! Di perjalan pulang saya dan teman-teman masih sempat untuk mengunjungi pulau Bira. Menurut saya kondisi pulau Bira ini agak disayangkan karena terlihat jelas dulu pernah ada sarana yang lengkap disini tapi sekarang sudah tidak terurus. Seperti gedung serba gunanya yang cukup besar tapi atapnya sudah hampir ambruk, lalu ada kolam renang yang sekarang kering dan ditumbuhi lumut. Kami tidak terlalu lama disini karena takut ketinggalan kapal ferry yang menuju ke Kaliadem. 
Dengan kapal tongkang kami menuju ke Pulau Harapan, yang ternyata kapal ferry sudah menunggu disana dan sudah lumayan penuh. Kapal Ferry berangkat dari pulau harapan jam 12 dan kami tiba di Kaliadem sekitar jam 3 sore.
Kami pun berpisah dengan teman-teman perjalan kami, teman baru dan teman lama. 
Semoga bisa nge-trip bareng-bareng lagi one day :)

Dibawah ini list biaya dan itinerary nya
Itinerary

list budget untuk 20 orang